<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3503302752078418939</id><updated>2011-12-22T14:08:18.515+07:00</updated><title type='text'>FORSIS-ITS</title><subtitle type='html'>Lembaga Dakwah Jurusan Statistika ITS</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://forsis-its.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3503302752078418939/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsis-its.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>forum studi islam statistika ITS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03025585996102073614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3503302752078418939.post-4736398630966288917</id><published>2009-12-14T11:17:00.001+07:00</published><updated>2009-12-14T11:18:12.999+07:00</updated><title type='text'>Menggapai Kemuliaan Akhlaq</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_mad6tBRWY5Y/SyW6s30MgjI/AAAAAAAAAA8/ARDKG83GKqw/s1600-h/masjid-dan-doa.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_mad6tBRWY5Y/SyW6s30MgjI/AAAAAAAAAA8/ARDKG83GKqw/s320/masjid-dan-doa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhlaq menurut ahli  ilmu yang benar-benar ahli dibidangnya yaitu ilmu syar’i yang mulia dan menjadikan kita tidak salah kaprah dalam memahaminya karena pada umumnya banyak orang yang memandang akhlaq hanya sebagai sesuatu yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesama manusia saja, padahal akhlaq juga mencakup hubungan manusia dengan Yang Mahatinggi, Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;I. Definisi Akhlaq&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa definisi akhlaq antara lain adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menurut Ibnu Abbas Ra ketika menafsirkan firman Alloh Subhanahu wa Ta’alaa dalam surat Al Qolam ayat 4 yang terjemahannya berbunyi sebagai berikut &lt;i&gt;“Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlaq yang agung”&lt;/i&gt;, akhlaq yang agung tersebut adalah dien yang agung (Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula pendapat Mujahid, Abu Malik, As Suddi, Rabi bin Anas, Ad Dhahak, dan Ibnu Zaid. Didalam Shohih Muslim, Aisyah ra pernah ditanya tentang akhlaq Nabi Saw, lalu beliau menjawab bahwa akhlaq Beliau Saw adalah Al Quran, karena segala perintah yang terdapat didalam Al Quran beliau laksanakan dan segala larangan yang terdapat didalamnya beliau tinggalkan. Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali berkata &lt;i&gt;“Dengan ini menjadi jelas bahwa akhlaq yang agung dimana Nabi disifati dengannya adalah dien yang mencakup semua perintah-perintah Alloh Ta’alaa dan larangan-Nya, sehingga bersegera untuk melaksanakan segala yang dicintai Alloh dan di ridloi-Nya dan menjauhi segala yang dibenci dan dimurkai-Nya dengan sukarela dan lapang dada” (Makarimul Akhlaq/23) .&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ibnul Atsir menyebutkan dalam An Nihayah (2/70) tentang &lt;i&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;“al khuluqu”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;&lt;span style="color: cyan;"&gt;“al khulqu”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; yang berarti dien, tabiat dan sifat. Syaikh ‘Utsaimin menerangkan tentang hakikatnya adalah potret batin manusia yaitu jiwa dan kepribadiannya (Makarimul Akhlaq, hal 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Al Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah   menyebutkan beberapa pendapat tentang definisi akhlaq didalam bukunya Madarijus Saalikin antara lain akhlaq yang baik adalah berderma, tidak menyakiti orang lain dan tangguh menghadapi penderitaan. Pendapat lain menyebutkan bahwa akhlaq yang baik adalah berbuat kebaikan dan menahan diri dari keburukan. Ada lagi yang mengatakan, &lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“membuang sifat-sifat yang hina dan menghiasinya dengan sifat-sifat mulia”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;4. Imam Ibnu Qudamah menyebutkan dalam Mukhtashor Minhajul Qoshidiin bahwa akhlaq merupakan ungkapan tentang kondisi jiwa, yang begitu mudah menghasilkan perbuatan tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan, jika perbuatan itu baik maka disebut akhlaq yang baik, dan jika buruk maka disebut akhlaq yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;II. Keutamaan akhlaq yang baik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali menyebutkan keutamaan-keutamaan akhlaq yang mulia yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="color: blue;"&gt;Akhlaq yang mulia merupakan penyebab masuknya orang yang memiliki akhlaq yang mulia tersebut kedalam Jannah (surga)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Saw bersabda yang artinya &lt;i&gt;“Saya adalah penjamin bagi orang yang meninggalkan mira (debat kusir) meskipun ia ada dipihak yang benar dengan mendapatkan rumah di jannah terendah dan bagi orang yang baik akhlaqnya akan mendapatkan rumah di jannah yang tertinggi”&lt;/i&gt; (hadits riwayat Abu Daud/4800, Al Mizzi dalam Tahdzibul Kamal, dengan sanad yang hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits lainnya yaitu dari Abu Huroiroh Rodliyallohu ‘anhu bahwasannya Rosululloh Saw pernah ditanya tentang perbuatan yang menyebabkan banyak manusia yang masuk Jannah, maka beliau menjawab yang artinya&lt;i&gt; “Takwa kepada Alloh dan akhlaq yang baik”&lt;/i&gt;, beliau ditanya pula tentang penyebab yang menjadikan banyak manusia masuk neraka, maka beliau menjawab “mulut dan kemaluan” (diriwayatkan Tirmidzi (2003), Ibnu Majah (4246), Ahmad (2/291, 392, 442), Ibnu Hibban (Mawarid, 1923), Al Baghowi (Ma’alim At Tanziil, 4/377 dan Syarhu As Sunnah 13/79-80, Al Khoroithi (Makarimul Akhlaq hal. 10), dan Bukhori (Al Adab Al Mufrod, 442). Sanad hadits ini hasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Akhlaq yang mulia merupakan penyebab seorang hamba dicintai Alloh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh Saw bersabda yang artinya “Hamba-hamba Alloh yang paling dicintai-Nya adalah yang paling baik akhlaqnya diantara mereka” (hadits riwayat Thabrani (471) dan Hakim (4/399-401)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Akhlaq yang mulia merupakan penyebab seorang hamba dicintai &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Rosululloh Saw. Beliau Saw bersabda yang artinya “Sesungguhnya yang paling aku cintai diantara kalian dan yang paling dekat dengan majelisnya dariku di hari kiamat adalah yang paling baik akhlaqnya diantara kalian” (hadits riwayat Tirmidzi (2018) dengan sanad yang hasan, dan memiliki penguat yang diriwayatkan Imam Ahmad (2/189) dengan sanad yang shohih, sehingga kesimpulannya hadits ini shohih lighoirihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Akhlaq yang mulia mendapatkan timbangan yang paling berat di hari kiamat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh Saw bersabda yang artinya &lt;i&gt;“Sesuatu yang paling berat dalam timbangan seorang mukmin di hari kiamat adalah akhlaq yang baik”&lt;/i&gt; (hadits riwayat Abu Daud (4799), Ahmad (6/446-448), Ibnu Hibban (481) dan selain mereka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5. Akhlaq yang mulia meninggikan derajat seseorang disisi Alloh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh Saw bersabda yang artinya “Sesungguhnya seseorang itu dengan sebab akhlaqnya yang baik, sungguh akan mencapai derajat orang yang sholat malam dan shaum di siang hari” (hadits shohih riwayat Abu Daud (4798), Hakim (1/60) dan selainnya). Beliau Saw juga bersabda yang artinya “Sesungguhnya seorang muslim yang dibimbing lurus (oleh Alloh) benar-benar akan mencapai derajat ahli shaum dan ahli ibadah (sholat) yang selalu melantunkan ayat-ayat Alloh disebabkan karakternya yang mulia dan akhlaqnya yang baik” (hadits shohih riwayat Ahmad (2/17 dan 220)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;6. Akhlaq yang mulia merupakan sebaik-baik amalan manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh Saw bersabda yang artinya ” Wahai Abu Dzar, maukah aku tunjukkan kepadamu dua hal ; keduanya itu sangat ringan dipikul dan sangat berat dalam timbangan dibandingkan selain keduanya?” Abu Dzar menjawab, “Tentu wahai Rosululloh.”, beliau bersabda, “Engkau harus berakhlaq yang baik dan harus banyak diam, demi yang jiwaku berada ditangan-Nya, tidak ada amalan manusia yang menyamai keduanya.” (diriwatkan oleh Ibnu Abi Dunya dalam As Shamt (112 dan 554), Al Bazzar (Kasyful Atsar, 4/220) dan lain-lain. Hadits ini derajatnya hasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;7. Akhlaq yang mulia menambah umur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Akhlaq yang mulia menjadikan rumah makmur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh Saw bersabda yang artinya &lt;i&gt;“Akhlaq yang baik dan bertetangga yang baik, keduanya menjadikan rumah makmur dan menambah umur”&lt;/i&gt; (hadits shohih riwayat Ahmad, 6/159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian tentang definisi dan keutamaan akhlaq diatas, semoga menjadikan kita dapat mengerti tentang akhlaq menurut ahli ‘ilmu yang benar-benar ahli dibidangnya yaitu ‘ilmu syar’i yang mulia dan menjadikan kita tidak salah kaprah dalam memahaminya karena pada umumnya banyak orang yang memandang akhlaq hanya sebagai sesuatu yang berkaitan tentang hubungan manusia dengan sesama manusia saja, padahal akhlaq juga mencakup hubungan manusia dengan Yang Mahatingg, Yang ada di atas Arsy sana, Yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar, dan tidak ada yang serupa dengan-Nya yaitu Alloh Subhanahu wa Ta’alaa, Dialah Pencipta manusia, sehingga hanya Dialah yang Mahatahu tentang apa yang terbaik buat para hamba-Nya sehingga Dia memerintahkannya melalui KalamNya yang mulia yaitu Al Quran dan melalui lisan utusannya yang mulia yaitu Nabi Muhammad Saw.  Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;dikutip dari&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/"&gt;www.dakwatuna.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3503302752078418939-4736398630966288917?l=forsis-its.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3503302752078418939/posts/default/4736398630966288917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3503302752078418939/posts/default/4736398630966288917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsis-its.blogspot.com/2009/12/akhlaq-menurut-ahli-ilmu-yang-benar.html' title='Menggapai Kemuliaan Akhlaq'/><author><name>forum studi islam statistika ITS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03025585996102073614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_mad6tBRWY5Y/SyW6s30MgjI/AAAAAAAAAA8/ARDKG83GKqw/s72-c/masjid-dan-doa.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3503302752078418939.post-1230715540845304003</id><published>2009-11-29T16:08:00.000+07:00</published><updated>2009-11-29T16:08:56.382+07:00</updated><title type='text'>Keutamaan Menyebarkan As-Salamu ‘Alaikum</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sebagai ajaran Rabbani Islam memang lengkap dan sempurna. Islam mengatur segenap urusan kehidupan manusia dari perkara yang paling kecil hingga perkara yang paling besar. Dari urusan yang bersifat individual hingga urusan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_mad6tBRWY5Y/SxI4Sp2Tz7I/AAAAAAAAAAc/uPenMRrB89I/s320/images.jpeg" /&gt;&amp;nbsp;Salah satu tuntunan Islam ialah perkara bertegur sapa antara seorang beriman dengan Muslim lainnya. Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam mencontohkan bahwa bila seorang Muslim berjumpa dengan Muslim lainnya, maka hendaklah ia mengucapkan sapaan khas Islam yaitu As-Salamu ‘Alaikum wa Rahmatullah wa Barakatuh, artinya Salam damai untukmu dan semoga Rahmat dan Keberkahan Allah menyertaimu. Subhanallah...! Begitu indahnya tegur-sapa yang diajarkan agama Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam suatu kesempatan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menggambarkan tindakan mengucapkan salam sebagai bentuk ajaran Islam yang lebih baik. Menebar salam disetarakan dengan memberi makanan kepada orang yang dalam kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya seorang laki-laki bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Manakah ajaran Islam yang lebih baik?” Rasul shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Hendaklah engkau memberi makanan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak.” (HR Bukhary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_mad6tBRWY5Y/SxI5U2GKtyI/AAAAAAAAAAs/xqr-pzgHwrU/s320/images1.jpeg" /&gt;&amp;nbsp;Dalam hadits yang lain Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjelaskan korelasi antara mengucapkan salam dengan saling mencinta antara satu Muslim dengan Muslim lainnya. Kemudian korelasi antara saling mencinta dengan keimanan. Kemudian akhirnya korelasi antara beriman dengan izin dari Allah untuk masuk surga, negeri keabadian yang penuh dengan kesenangan abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman. Kalian tidak beriman secara sempurna sehingga kalian saling mencinta. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara bila kalian lakukan akan saling mencinta? Biasakanlah mengucapkan salam di antara kalian (apabila berjumpa).” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ingin menjelaskan bahwa kumpulan Muslim yang tidak suka saling menebar salam maka tidak akan saling mencinta. Bila atmosfir saling mencinta tidak ada, maka keimanannya diragukan keberadaannya. Dan jika keimanannya diragukan, maka kemungkinan masuk surga-pun menjadi kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_mad6tBRWY5Y/SxI5k8GJbQI/AAAAAAAAAA0/ulaaKtlrK_I/s320/images2.jpeg" /&gt;&amp;nbsp;Saudaraku, marilah kita berlomba untuk masuk surga dengan jalan senantiasa menebar salam satu sama lain di antara sesama kaum muslimin. Sungguh sederhana, namun sebagian kita enggan melakukannya. Padahal akibat yang ditimbulkannya menjadi idaman setiap Muslim: Masuk surga...! Bukankah ini bentuk kompetisi satu-satunya yang dibenarkan Allah untuk diperebutkan di antara sesama Muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (QS Ali Imran ayat 133)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, aku mohon kepadaMu akan RidhaMu dan SurgaMu dan aku berlindung kepadaMu dari MurkaMu dan NerakaMu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari &lt;a href="http://www.eramuslim.com/"&gt;www.eramuslim.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3503302752078418939-1230715540845304003?l=forsis-its.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3503302752078418939/posts/default/1230715540845304003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3503302752078418939/posts/default/1230715540845304003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsis-its.blogspot.com/2009/11/keutamaan-menyebarkan-as-salamu-alaikum.html' title='Keutamaan Menyebarkan As-Salamu ‘Alaikum'/><author><name>forum studi islam statistika ITS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03025585996102073614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_mad6tBRWY5Y/SxI4Sp2Tz7I/AAAAAAAAAAc/uPenMRrB89I/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3503302752078418939.post-7443407297162436561</id><published>2009-11-15T15:13:00.000+07:00</published><updated>2009-11-15T15:13:21.541+07:00</updated><title type='text'>"PEDANG ALLAH YANG TERHUNUS"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hanya dua, hanya dua panglima perang dalam sejarah yang tidak pernah kalah dalam peperangan, yakni Baginda Rasulullah SAW dan Khalid bin Walid, Sang Pedang Allah. Siapakah sebenarnya Khalid bin Walid? &lt;i style="color: red;"&gt;“ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin”&lt;/i&gt; demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Banu Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid ibn Al Mughirah. Kekalahan kaum Quraisy didalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina, tidak terkecuali Khalid. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Dengan taktiknya yang memanfaatkan kelengahan pasukan pemanah kaum muslimin, dia berhasil mengubah kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran dan menyulap kekalahan-kekalahan Quraisy menjadi suatu kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Singkat cerita, semenjak itu Khalid termenung penasaran akan sosok Muhammad SAW. Setelah itu Khalid pergi ke Madinah dan dihadapan Rasulullah, Khalid berikrar masuk islam dan melepas semua kebesarannya, kecuali pedangnya karena Rasulullah melarangnya.” Jangan kau lepaskan pedang itu Khalid, karena dengan pedang itu nanti kamu akan berjuang membela agama Allah bersamaku ” Kata Rasulullah SAW dan Nabi memberi gelar pedang tersebut dengan nama &lt;i style="color: blue;"&gt;“Syaifullah” yang artinya pedang Allah yang terhunus&lt;/i&gt; karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Khalid sangat mencintai peperangan. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam, Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Dia pernah berkata,&lt;span style="background-color: #ead1dc; color: #351c75;"&gt;”Satu malam yang dingin berjaga dalam perang lebih baik daripada bermalam pertama dengan gadis perawan”&lt;/span&gt;. Dalam delapan bulan pertama keislamannya, Khalid bagaikan terbang mendengingkan genderang perangnya untuk Islam dalam perang Mu’tah, Fathul Mekah, penghancuran berhala “uzza di Wadi Naklah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada perang &lt;span style="background-color: red; color: yellow;"&gt;Mu&lt;span style="background-color: red;"&gt;&lt;/span&gt;t’ah,&lt;/span&gt; pasukan muslimin terdiri dari &lt;span style="color: blue;"&gt;3000&lt;/span&gt; pasukan yang dipimpin Zaid bin Haritsah, sedangkan pasukan romawi berjumlah &lt;span style="color: blue;"&gt;200.000&lt;/span&gt; pasukan dan dipimpin kaisar romawi, Heraklius. Sebelum pasukan berangkat, Rasululllah bersabda, "Jika Zaid terbunuh, maka Ja'far bin Abi Tholib sebagai penggantinya. Jika Ja'far terbunuh, maka 'Abdulloh bin Rowahah sebagai penggantinya."  Dengan perbedaan jumlah pasukan yang sangat besar tenyata pasukan gabungan Romawi tidak juga berhasil mengalahkan pasukan kaum Muslimin. Bendera kaum Muslimin dipegang oleh Zaid bin Haritsah yang terus berperang dan berperang hingga tertembus tombak musuh dan gugur. Pada Akhirnya ketiga panglima tersebut syahid di jalan Allah. Agar tidak tumbang, bendera itu ditangkap oleh Tsabit bin Arqom lalu berteriak kepada kaum muslimin,"Pilihlah kalian seorang pemimpin!" Maka mereka memilih&lt;span style="color: red;"&gt; Khalid bin Walid&lt;/span&gt; dan dengan itu berpindahlah bendera itu kepadanya. Ia lalu berperang hingga mematahkan sembilan pedang musuh. Sementara itu di Madinah, Rasulullah saw mengabarkan kepada para shahabatnya pada hari itu juga tentang gugurnya ketiga pimpinan pasukan kaum muslimin dan berpindahnya kepemimpinan kepada pedang Allah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya Khalid mengatur strategi dengan mengubah struktur pasukan. Ia ubah pasukan yang berada di bagian belakang menjadi pasukan garis depan dan yang di depan menjadi bagian belakang. Pasukan yang berada di sisi kiri diubah menjadi di sisi kanan dan sebaliknya yang di kanan menjadi di sisi kiri. Maka musuh akan menyangka bahwa pasukan tambahan telah datang kepada kaum muslimin, sehingga perasaan takutpun menyelimuti mereka. Pasukan kaum muslimin tinggal di Mu’tah selama 7 hari memerangi musuh. Lalu kedua kubu saling menahan diri dan berakhirlah peperangan. Karena pasukan Romawi mengira bahwa pasukan bantuan terus menerus berdatangan kepada kaum muslimin, menganggap pasukan muslimin tengah bersiasat perang dengan memasang jebakan terhadap mereka untuk menggiring mereka ke dalam sebuah medan yang tidak memungkinkan mereka untuk lolos. Sehingga pihak Muslimin unggul dalam peperangan itu. Sejarah mencatat pasukan Romawi gagal menundukkan pasukan Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Rasulullah wafat dan digantikan oleh khalifah Rasulullah, Abu Bakar Asshidiq ra. Kemurtadan dan nabi palsu merajalela, pemberontakan yang paling kuat dipimpin oleh Musailamah yang juga mengaku dirinya Nabi di bagian Yamamah. Pertempuran pun tidak bisa terelakan antara pemberontak kaum murtad di pihak Yamamah dengan pasukan Muslimin di pimpin oleh Khalid Bin Walid. Awalnya pasukan Muslimin terpojok oleh pasukan Musailamah yang berjumlah besar, dengan kesigapan Khalid dan analisis militernya yang tajam, atas ijin Allah SWT, Khalid mampu membalikkan keadaan menjadi kemenangan di pihak Kaum Muslimin dan melalui tangan Khalid kemenangan demi kemenangan dapat dicapai pasukan Kaum Muslimin dalam peperangan melawan musuh Islam. Persia melalui komandonya dapat ditaklukan. Selanjutnya menyusul Kekaisaran Romawi Timur. Kunci keberhasilan Khalid bin Walid dalam setiap peperangan adalah “&lt;b style="color: red;"&gt;tsabat” artinya tetap tabah dan disiplin.&lt;/b&gt; Pandangannya ketidakdisiplinan satu atau dua orang, lari dari peperangan dapat merusak keutuhan suatu barisan pasukan. Sikapnya terhadap hal ini sangat tegas, hukumannya adalah hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Persia takluk, konfrontasi dan peperangan dengan Romawi pun tidak terelakkan. Perang Yarmuk berkobar. Khalid kembali ditunjuk menjadi Panglima pasukan muslimin bersama Abu Ubaidah dan Ikrimah memimpin 24.000 pasukan melawan 240.000 pasukan Romawi. Pasukan Muslimin dengan startegi Khalid bin Walid berhasil menguasai jalannya pertempuran walaupun dengan jumlah yang lebih sedikit. Hidup mulia dan mati syahid menjadi semboyan masing-masing prajurit muslim. Puluhan ribu pasukan Romawi -baik yang pasukan Arab Syria maupun yang didatangkan dari Yunani-tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu terjadilah pertistiwa mengesankan, Panglima Romawi, Gregorius Theodore (Jirri Tudur) menantang Khalid untuk berduel. Dalam pertempuran dua orang itu, tombak Gregorius patah terkena sabetan pedang Khalid. Ia ganti mengambil pedang besar. Ketika berancang-ancang perang lagi, Gregorius bertanya pada Khalid tentang motivasinya berperang, julukan pedang Allah serta tentang Islam. Mendengar jawaban Khalid, di hadapan ratusan ribu pasukan Romawi dan Muslim, Gregorius menyatakan diri masuk Islam. Ia lalu belajar Islam sekilas, sempat menunaikan salat dua rakaat, lalu bertempur di samping Khalid. Gregorius syahid di tangan bekas pasukannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pertempuran menjelang akhir sampai seorang utusan kepada Khalid Bin Walid. Utusan tersebut datang dari Khalifah yang baru, Umar Bin Khattab r.a yang menggantikan Abu Bakar r.a yang telah wafat. Surat itu isinya pemberhentian Khalid dari jabatannya sebagai panglima perang dengan Abu Ubaidah sebagai pengganti. Keputusan Umar mengganti Khalid justru di saat puncak ketenaran bukan sebagai jegalan. Justru, Umar ingin menyelamatkan Khalid dari fanatisme yang berlebihan. Beliau khawatir kalau pasukan Islam mengalami pergeseran motivasi, terperosok dan Khalid pun akan mendapatkan fitnah yang besar. Menariknya, semua itu diterima Khalid dengan &lt;b style="color: red;"&gt;lapang dada&lt;/b&gt;, dalam hitungan detik, ia bisa memahami maksud surat Umar itu. Dengan tenang Khalid bin Walid membaca surat dan meminta kepada kurir untuk tidak memberitahukan isi surat kepada siapapun sampai peperangan berakhir. Pertimbangan Khalid saat itu adalah khawatir instruksi dari Khalifah ini dapat memecah konsentrasi pasukan muslimin.. Ia tuntaskan perang dengan begitu sempurna. Setelah sukses, kepemimpinan pun ia serahkan ke penggantinya: Abu Ubaidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Khalid kembali berjuang sebagai mujahid tanpa memperdulikan statusnya yang “turun pangkat”. Ia terus membantu Abu Ubaidah di medan tempur. Kota Damaskus berhasil dikuasai. Dengan menggunakan "tangga manusia", pasukan Khalid berhasil menembus benteng Aleppo. Kaisar Heraklius dengan sedih terpaksa mundur ke Konstantinopel, meninggalkan seluruh wilayah Syria yang telah lima abad dikuasai Romawi. Ketika ditanya beliau menjawab : “&lt;span style="background-color: cyan; color: blue;"&gt;aku berperang bukan untuk Umar tapi karena Allah SWT&lt;/span&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun hebatnya Khalid bin Walid di dalam medan perang pertempuran dengan berbagai luka yg menyayat badannya, namun ternyata kematiannya di atas tempat tidur. Betapa menyesalnya Khalid harapan untuk mati sahid di medan perang tidak tercapai dan Allah menghendaki kematiannya di atas tempat tidur. “Aku telah mengikuti ratusan peperangan. &lt;span style="background-color: #ead1dc; color: #674ea7;"&gt;"Di setiap jengkal tubuhku terdapat bekas pukulan pedang, tombak maupun panah. Tapi ternyata aku mati di atas kasur,”&lt;/span&gt; begitu perkataan Khalid menjelang wafatnya. Khalid wafat di zaman pemerintahan khalifah Umar bin Khattab pada tanggal 18 Ramadhan 21 H. Jenazahnya disolati oleh Umar ra sesudah perjuangannya membela Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.Khalid bin Walid wafat dengan hanya meninggalkan kuda perang dan pedang. &lt;span style="color: #0b5394;"&gt; &lt;span style="background-color: #f9cb9c;"&gt;Sungguh kita bisa belajar keikhlasan dalam berjuang darinya. Setiap gerak langkah kehidupan selalu ditujukan untuk penghambaan kepada Allah semata.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3503302752078418939-7443407297162436561?l=forsis-its.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3503302752078418939/posts/default/7443407297162436561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3503302752078418939/posts/default/7443407297162436561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsis-its.blogspot.com/2009/11/pedang-allah-yang-terhunus.html' title='&quot;PEDANG ALLAH YANG TERHUNUS&quot;'/><author><name>forum studi islam statistika ITS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03025585996102073614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3503302752078418939.post-451823384808725734</id><published>2009-10-02T22:15:00.001+07:00</published><updated>2009-10-02T22:15:48.547+07:00</updated><title type='text'>10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah.</title><content type='html'>&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cadmin%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya, bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikana dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu org yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wannita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3503302752078418939-451823384808725734?l=forsis-its.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3503302752078418939/posts/default/451823384808725734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3503302752078418939/posts/default/451823384808725734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsis-its.blogspot.com/2009/10/10-wasiat-rasulullah-kepada-putrinya.html' title='10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah.'/><author><name>forum studi islam statistika ITS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03025585996102073614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3503302752078418939.post-3768778214462517538</id><published>2009-09-28T12:26:00.000+07:00</published><updated>2009-09-28T12:36:54.660+07:00</updated><title type='text'>Met Idul Fitri 1430 H...Minal Aidin Wal Faidzin...</title><content type='html'>&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Makna Hari Kemenangan yang Sesungguhnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Takbir kemenangan telah berkumandang, hari yang penuh berkah telah kita tinggalkan, hanya kelapangan hati tuk memaafkan. Tidak terasa akhirnya kita bertemu lagi dengan Idul Fitri, suatu anugerah luar biasa yang patut kita syukuri. Hari Raya Idul Fitri, kaum muslimin mempunyai banyak makna mengenai Idul Fitri, umumnya mereka masih mengaitkan Hari Raya Idul Fitri dengan acara saling memaafkan atau kalau di instansi-instansi pemerintah atau kalau pertemuan keluarga besar disebut dengan acara halal bihalal. Mereka beranggapan bahwa di hari raya tersebut mereka berupaya kembali suci dan bersih dari dosa-dosa.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Merupakan kesalahan besar apabila Idul Fitri maknai dengan “perayaan kembalinya kebebasan makan dan minum” sehingga yang tadinya dilarang makan siang, setelah hadirnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Idul Fitri akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;balas dendam, atau dimaknai sebagai kembalinya kebebasan berbuat maksiat yang tadinya dilarang dan ditinggalkan. Kemudian, karena Ramadhan sudah usai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka kemaksiatan kembali ramai-ramai digalakkan. Ada juga kalangan yang menjadikan Idul Fitri sebagai hari pamer kemewahan. Mudik ke kampung halaman bukan dengan niatan lurus mempererat tali silahturahim, tapi dijadikan ajang untuk saling menggunggulkan harta duniawi masing-masing. Kesalahan-kesalahan itu pada akhirnya menimbulkan sebuah fenomena umat yang sholeh musiman, bukan umat yang berupaya mempertahankan kefitrian dan nilai ketakwaan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Jika kita telaah arti dari kata “Idul Fitri” secara etimonologi/bahasa artinya adalah hari kembali berbuka (hari boleh makandan minum). Dalam konteks haditsnya disebutkan idul fithrun (tidak ada ta’ marbuthoh-nya). Fithrun yaitu berbuka, kalau diartikan suci harusnya di tulis dengan idul fitrah seperti zakat fitrah (zakat untuk membersihkan diri). Tetapi pada konteks haditsnya tidak disebutkan kata fitrah tapi dengan lafadz fithrun.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Kemudian para &lt;i style=""&gt;fuqaha &lt;/i&gt;dalam menerangkan makna hadits Nabi itu juga menyebutkan bahwa Idul Fitri artinya hari kembali berbuka artinya hari ketika kita sudah boleh kembali makan dan minum. Sebagaimana hadist Rasulullah: “Artinya : Dari Abi Hurairah (ia berkata) : Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda. “Shaum/ puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan &lt;b style=""&gt;(Idul) Fithri &lt;/b&gt;itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (Idul) Adha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan kurban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan”.[Hadits Shahih. Dikeluarkan oleh Imam-imam: Tirmidzi No.693, Abu Dawud No.2324, Ibnu Majah No.1660, Ad-Daruquthni 2/163-164 dan Baihaqy 4/252 dengan beberapa jalan dari Abi Hurairah. Dan lafadz ini dari riwayat Imam Tirmidzi].&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dan dalam salah satu lafadz Imam Daruquthni: “Artinya : Puasa kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berpuasa, dan &lt;b style=""&gt;(Idul) Fithri&lt;/b&gt; kamu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka”.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dan dalam lafadz Imam Ibnu Majah : “Artinya : (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (Idul) Adlha pada hari kamu menyembelih hewan”.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud : “Artinya : Dan (Idul) Fithri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka, sedangkan (Idul) Adlha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih hewan”.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Hadits di atas dengan beberapa lafadznya dengan tegas menyatakan bahwa Idul Fithri ialah hari raya dimana kita kembali berbuka puasa (tidak berpuasa lagi setelah selama sebulan berpuasa). Oleh karena itu disunatkan makan terlebih dahulu pada pagi harinya sebelum kita mendirikan sholat I’ed. Supaya umat mengetahui bahwa Ramadhan telah selesai dan hari ini adalah hari kita berbuka bersama-sama. Itulah arti Idul Fithri, demikianlah pemahaman dan keterangan para ahli ilmu dan tidak ada khilaf diantara mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dalam terminologi Islam, Idul Fitri secara sederhana adalah hari raya yang datang berulang kali setiap tanggal 1 Syawal yang menandai puasa telah usai dan kembali diperbolehkan makan dan minum di siang hari. Bulan Ramadhan sebai bulan tempaan iman dengan berbagai macam ibadah yang dilakukan tanpa menghalangi kewajiban-kewajiban sebelumnya, seharusnya menjadikan seorang insan yang telah keluar dari bulan ini menjadi pribadi yang semakin kuat baik aqliyah maupun secara nafsiyah dalam menghadapi sebelas bulan kedepannya, termasuk bulan syawal tentunya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Untuk itulah jangan sampai kita melakukan aktivitas keharaman dengan menjadikan moment Idul Fitri sebagai ajang untuk saling mengunggulkan prestasi di dunia diantara kerabat dan keluarga. Justru yang harus kita bangun adalah bagaimana supaya silaturahim menjadi semakin baik, yakni semakin meningkatkan kualitas interaksinya dalam menyelesaikan masalah-masalah keluarga berdasarkan syari’at Islam. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3503302752078418939-3768778214462517538?l=forsis-its.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3503302752078418939/posts/default/3768778214462517538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3503302752078418939/posts/default/3768778214462517538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsis-its.blogspot.com/2009/09/met-idul-fitri-1430-h.html' title='Met Idul Fitri 1430 H...Minal Aidin Wal Faidzin...'/><author><name>forum studi islam statistika ITS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03025585996102073614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3503302752078418939.post-2730495226725484443</id><published>2009-08-25T10:05:00.000+07:00</published><updated>2009-08-25T10:19:52.076+07:00</updated><title type='text'>Khutbah Indah dari Rasullullah menyambut Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div&gt;MARHABAN YAA RAMADHAN AL-MUBARAK &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Di bawah ini khutbah indah Rasulullah yang disampaikan saat menyambut hadirnya bulan ramadhan, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, Rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hari-harinya adalah hari-hari Yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bermohonlah kepada Allah Rabb-mu dengan niat yang tulus dan hati yang Suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kasihilah anak yatim niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah Kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu-waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah 'Azza wa Jallaa memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Wahai manusia!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketahuilah!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal'alamin.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang mu`minin yang berpuasa di bulan ini maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang hamba sahaya dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Sahabat-sahabat bertanya, "Ya, Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Rasulullah meneruskan:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Wahai manusia!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Siapa yang membaguskan akhlaqnya di bulan ini, ia akan berhasil melewati titian shirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;* Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia&lt;br /&gt;   berjumpa dengan-Nya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;* Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;   berjumpa dengan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;* Barangsiapa menyambungkan tali silaturrahim di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;   dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;* Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;   dari api neraka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;* Barangsiapa melakukan shalat fardlu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardlu di &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;   bulan yang lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;* Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;   timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;* Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat al Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;   Al-Quran pada bulan-bulan yang lain. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Wahai manusia! &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;** Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;     tidak pernah menutupkannya bagimu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;** Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;     dibukakan bagimu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;** Setan-setan terbelenggu maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Amirul Mukminin karamallahu wajha (Sayidina Ali) berkata,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Aku berdiri dan berkata, ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?" &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jawab Nabi' &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;"Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3503302752078418939-2730495226725484443?l=forsis-its.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3503302752078418939/posts/default/2730495226725484443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3503302752078418939/posts/default/2730495226725484443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://forsis-its.blogspot.com/2009/08/khutbah-indah-dari-rasullullah.html' title='Khutbah Indah dari Rasullullah menyambut Ramadhan'/><author><name>forum studi islam statistika ITS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03025585996102073614</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
