Advertise

FORSIS-ITS. Powered by Blogger.
 
Showing posts with label akhlaq. Show all posts
Showing posts with label akhlaq. Show all posts
Friday, September 6, 2013

Miss world 2013 ? Batalkan !!!

#SurabayaTolakMissWorld


Krisis Indonesia tolak miss world kali ini digelar di Masjid Manarul Ilmi ITS Surabaya (05/09/2013) bersama narasumber Ust. Kholili Hasib (Peneliti Center for Gender Studies) dalam “Sarasehan Mentor ITS & Talk Show Surabaya Tolak Miss world”. Pembukaan oleh ketua umum JMMI ITS 2013/2014, mas Ilham Azmy yang merangkap ketua FSLDK Puskomda Surabaya Raya. Nasihat yang tersampaikan bahwa “Jika Timur Tengah di invasi (perang-red) oleh yahudi dengan kekerasan, maka negara kita Indonesia sedang diinvasi yahudi dengan ghazwul fikr (perang pemikiran-red) termasuk di dalamnya acara miss world.”


Pembicaraan oleh Ust. Kholili Hasib dimulai beliau bercerita tentang lobbying surat penolakan pagelaran miss world di Indonesia. Surat tersebut oleh timnya akan dikirim untuk Ibu Negara Ani Yudhoyono, Kapolda, Gubernur, dan Kementrian Perempuan. “Semoga Allah memudahkan kami membatalkan acara miss world ini” harapan beliau. Miss world ke 63 tahun ini rencana akan dilaksanakan di berbagai lokasi di Indonesia, Bogor (Grand Final Miss World 2013), Bali dan Jakarta pada September dekat ini. Pembahasan mengenai sejarah miss world dan paradigma  di masyarakat dunia adalah merupakan ajang miss world yang tak ubahnya ajang memamerkan keindahan tubuh perempuan. Mengapa ? karena sebelum para wanita berjalan di catwalk mereka diseleksi dengan harus mengikuti sesi foto menggunakan baju renang, melihat kemolekan tubuh para peserta. Sejak awal memang dikenal sebagai kontes bikini (Inggris, 1951), hanya saja oleh media untuk lebih sopan dinamakan miss world (tahun 1970-an), dan di tahun berikutnya kontes ini menimbulkan masalah seperti pencopotan status miss world karena kekasih dari Miss Austria Ulla Weigerstorfer menyebarkan foto bugil dirinya tujuh tahun kemudian. Dari kasus tersebut bisa diketahui bahwa miss world hanya mementingkan kecantikan fisik semata.


Demikian itu sesuai kriteria peserta dari penyelenggaraan miss world yang diantaranya 35% fisik, 25% kepribadian, 20% IQ, dan voting 20% (Miss World Singapura). Ketika seorang wanita telah menyandang status miss world, pihak penyelenggara tidak ikut campur akan kegiatan yang akan dilakoni pelaku miss world setelah menjadi ratu. Penyelenggara tidak peduli, yang dipedulikan hanya berkutat pada aksesoris kecantikan, yang demikian itu untuk kepentingan bisnis.  Pertanyaannya, apakah ada seorang miss world yang mengabdi untuk masyarakat, misalkan yang konsisten menjadi penggerak peduli anak dan perempuan ? atau provokator untuk lebih mencintai sosial ? tidak ada, yang ada hanya, mengabdi untuk menjadi artis, dari pada harus peduli untuk masyarakat. Adakah pula miss world yang kriteria fisik tak lumayan baik sedang IQ, kepribadian memadai untuk menjadi sosok pedoman untuk masyarakat ? tak ada, yang ada hanya wanita cantik.


Perlu diingat, bahwa di zaman Pak Harto, seorang Dr. Daud Yusuf mengatakan “Kontes ratu-ratuan sedunia adalah kontes penipuan, disamping pelecehan perempuan. Tujuan kegiatan ini tidak lain meraup keuntungan bisnis tertentu, perusahaan kosmetika, pakaian renang, rumah mode, salon kecantikan, dengan mengeksploitasi kecantikan yang sekaligus merupakan kelemahan perempuan dan nafsu elementer laki-laki dan kebutuhan akan uang untuk hidup mewah”. Pernyataan ini juga bisa dijadikan dasar untuk menolak/membatalkan kontes miss world yang ultimatumnya sudah ada sejak beberapa puluh tahun silam.



Saat ini, bisa dipastikan penyelenggara miss world memiliki sekitar 100 jaringan bisnis, entah itu bisnis, pakaian dalam, sepatu. tempat yang bisa dipastikan penyelenggara miss world Indonesia yang akan di gelar di Bali itu juga merupakan investor di pagelaran tersebut, lebih tepatnya dalam bentuk media. Media disini sangat merugikan pihak yang kontra, pasalnya media di Indonesia sendiri adalah yang pro dalam penyelenggaraan miss world, sedang orang awam hanya bisa melihat berita di TV, jarang yang bisa mengakses internet padahal info kontra sering dimuat dalam bentuk online. Tak ayal, ketika bertanya tentang miss world, kebanyakan mereka tidak tahu, atau mungkin tak mau tahu karena terbatasnya pemberitaan di media massa tentang bahaya miss world ini.


Pentingnya penolakan penyelenggaraan miss world ini karena ingin menyelamatkan wanita dari paradigm masyarakat bahwa dalam budaya postmodern, tubuh wanita menjadi media eksploitasi dan untuk kepentingan market bisnis. Menghilangkan peradaban barat tidak memberti peran penting untuk agama dalam system berpikir mereka. Ciri khas peradaban barat modern adalah berideologi materialism. Barat memuja 4 hal, yakni kekayaan, jabatan, kecantikan dan popularitas. Agama disingkirkan sebagai sumber nilai dan digantikan dengan spekulasi akal. Barat memuja 4 hal, yakni kekayaan, jabatan, kecantikan dan popularitas. Agama disingkirkan sebagai sumber nilai dan digantikan dengan spekulasi akal. Dan kontes Miss world merupakan ajang iconic yang tidak memiliki edukasi untuk membangun moralitas bangsa karena yang dilombakan wanita, membandingkan aspek fisik diantara makhluk Allah yang merupakan tindakan diskrimiatif dan destruktif, jika pun miss world pakai jilbab, maka kontes itu tetaplah salah. Masalahnya bukan pada jilbab atau bikini semata tetapi ini tentang melindungi wanita dan dampak pemikiran ke anak-anak kita karena yang dijual kecantikan fisik, maka segala bentuk aneka lomba berlebel miss haruslah ditolak. Karena tetap ada unsur eksploitasi di praktiknya.


Jika acara-acara berlebel miss itu masih tetap digencarkan, entah itu pemilihan Miss World, Miss Universe atau Puteri Indonesia, moralitas akan hancur, membahayakan Bangsa Indonesia. Hal seperti itu merupakan sesuatu yang tidak mendidik karena anak-anak kecil akan diajari paradigma bahwa yang akan mendapatkan hadiah, penghargaan, ataupun kebahagiaan hanyalah wanita cantik. Ini semua merupakan ghazwul fikr yang sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Maka dari itu, sebagai umat muslim, sebaiknya selain mengkaji tentang Al-Qur’an dan hadist, kita juga memahami ghazwul fikr sehingga tidah mudah mengikuti arus orang-orang sekularisme. (Ce2).


#SBY_Tolak_Miss_World

~Tim Media FORSIS-ITS 3435~
~Kabinet Hansei-Kaizen~
~Menjejak Sejarah Melalui Media~

Read more...
Wednesday, July 3, 2013

KENA (Kode Etik khwaN Akhwat)~JMMI's Version

  • Buat aktivis dakwah, #JanganCoba-Coba!


    Bismillah...
    ikhwah, tentu sudah sangat paham dengan KENA, mohon apa yang telah diusahakan pendahulu kita dalam hal penjagaan benar2 bisa difungsikan. ikhwah, mungkin banyak hal yang kurang relevan dengan kondisi saat ini, karena semakin banyak media yang dapat digunakan sebagai cara berinteraksi, facebook lah..plurk lah.. tweeter lah... dan lain-lain. Semoga senantiasa menjadi pengingat bagi kita. Karena antum adalah teladan bagi muslim yang lainnya. Saling mengingatkan jika ada hal-hal yang tidak berkenan.
    --------------------------------------------------------------------------------\--------------------------------------------------------------------------------/--------------------------------------------------------------

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu
    Alhamdulillah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang masih mementapkan diri kita dalam jalan dakwah ini dan kita senantiasa berdoa agar kita istiqomah di jalan ini. Shalawat serta salam kepada Nabiullah Muhammad SAW yang telah membimbing dan memberikan suri tauladan dalam beraktivitas di dunia sehingga tidak melanggar syariat Allah SWT.

    Ikhwah fillah yang dirahmati Allah SWT, dakwah meliputi segala aspek kehidupan. Dengan melebarnya sayap dakwah maka dibutuhkan kerja keras yang tidak ringan antar komponen dakwah baik yang ada di struktur lembaga maupun tidak. Dengan semakin lebarnya bidang garap dakwah, maka koordinasi/ komunikasi maupun hal yang tidak bisa dipungkiri diantara sesama aktifis tidak terlepas apakah antar sesama putra atau putri maupun antara putra dan putri.

    Koordinasi/ komunikasi saat ini sudah bukan merupakan hal yang sulit dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi. Yang dulu ketika koordinasi kita harus ketemu dalam forum (baca:syuro) maka sekarang tidak perlu ada forum kita sudah dapat melakukan koordinasi baik melalui HP (telepon/ sms) maupun via internet (e-mail/ chating). Sehingga tidak ada alasan lagi tidak bisa koordinasi.
    Namun, tiap kemudahan ada cobaan. Salah satu cobaan yang ditimbulkan adalah munculnya benih-benih ketertarikan yang mulai direalisasikan dalam komunikasi diantara putra dan putri. Karena dengan via HP atau internet maka kita bisa koordinasi berdua secara privat tanpa ada yang tahu kecuali yang bersangkutan dan Allah SWT. Tentu kita ingat sebuah hadits:
    "Tidak boleh berduaan di tempat sunyi seorang laki-laki diantaramu dengan
    seorang wanita kecuali wanita itu bersama muhrimnya."(HR. Bukhari Muslim).

    Dan sebuah hadits tentang zina:

    "Telah ditentukan bagi manusia nasibnya dengan perzinaan yang akan diterima
    olehnya dengan pasti yaitu: Dua mata perzinaannya dengan cara melihat (yang
    maksiat). Dua telinga perzinaannya dengan cara mendengarkannya. Lidah (ucapan)
    perzinaannya dengan cara mempercakapkannya. Tangan keduanya perzinaannya dengan
    cara merabanya. Kaki perzinaannya dengan cara melangkah padanya. Hati
    perzinaannya dengan cara menarik dan bercita-cita padanya, yang kemudian
    dibenarkan kelaminnnya atau menolaknya. "(HR. Bukhari-Muslim).

    Tresno jalaran saka kulino (suka datangnya dari kebiasaan), dari mata turun ke hati. Mungkin kalimat-kalimat tersebut sering kita dengar dan hal itu memang bisa saja terjadi bahkan bagi seorang aktifis dakwah sekalipun. Ikhwah fillah, untuk menjaga diri kita dari mendekati perbuatan yang menjadi penghambat dakwah maka kami membuat sebuah etika koordinasi. Diharapkan Draft KENA (Kode Etik putra putri) ini dapat menghasilkan maslahat yang banyak, tentu kita ingat
    sebuah hadits:

    "Umat islam terikat dengan perjanjian yang dibuat sesama mereka, kecuali perjanjian yang isinya mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram." (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

    Urf atau tradisi atau aturan lain dapat dijadikan produk hukum selama tidak melanggar Syariah. Adapun butir-butirnya adalah sebagai berikut:

    KENA (Kode Etik Ikhwan Akhwat)

    Dalam pelaksanaan syuro :
    Terlaksana jika minimal dihadiri oleh 2 putra dan 2 putri
    Semua peserta mengetahui agenda syuro
    Memperhatikan adab-adab syuro, diantaranya:
    ï¶ Pembukaan
    ï¶ Tilawah
    ï¶ Agenda syuro dan pembahasan
    ï¶ Kesimpulan
    ï¶ Taujih
    ï¶ Penutup, dengan doa penutup majelis
    Tidak banyak bercanda, mohon berhati-hati dalam bercanda Gunakan intonasi bahasa yang tegas dan jelas (terutama putri) Syurolah dengan ikhlas, cepat dan tuntas

    Koordinasi di lapangan/ kegiatan (di luar forum):
    Tidak bertemu kecuali mendesak dan penting
    Minimal ada 2 putra dan 2 putri
    Menjaga hati, benarkan niat, jaga pandangan

    Via telepon:

    Persiapkan hal-hal yang akan disampaikan ketika akan komunikasi
    Bicarakan hal-hal pokok dan penting, jangan disertai dengan pendahuluan yang
    tidak ada hubungannnya dengan inti pembicaraan
    Menggunakan intonasi bahasa yang jelas dan tegas
    Komunikasi maksimal jam 21.00 WIB
    Durasi telepon maksimal 15 menit
    Bersihkan niat

    Via SMS:

    Gunakan bahasa yang resmi, mudah diterima, informative, padat dan jelas
    Tidak disertai dengan pendahuluan yang tidak ada hubunagnnya dengan inti pesan
    Tidak menggunakan symbol-symbol ˜gaul, misal: , 
    Info syuro disertai dengan agenda
    SMS taujih tidak dikhususkan ke orang-orang tertentu (terutama lawan jenis)
    Tidak banyak guyon dan berlebih-lebihan

Ikhwah fillah, etika di atas hanya sebuah catatan dari kami yang mungkin perlu kita perhatikan. Saling mengingatkan jangan sampai dakwah ini terhambat atau bahkan mundur karena dosa-dosa kecil yang dilakukan oleh para penggerak dakwahnya.Dengan adanya etika ini kami berharap kasus-kasus yang terlintas dalam benak
kami tidak terjadi. Kami bermaksud untuk mencegah terjadinya penyakit. Jika memang sudah terjangkit, kami berharap bisa segera sembuh. Demikian semoga KENA ini bisa menjaga fitrah kita sebagai manusia. Maka sabda nabi: Bila tidak ada rasa malu berbuatlah sesukamu.

Wallahualam
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu


*Mengawali kepengurusan FORSIS 3435 dengan saling mengingatkan pada kebaikan
*disadur dari Draft KENA JMMI
~Semoga Manfaat~
Read more...
Saturday, January 26, 2013

Ikhlas


Penulis: KH. Abdullah Gymnastiar

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. Karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran,
 kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah. Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai
 apapun. Menafkahkan seluruh harta kalau hanya ingin disebut sebagai dermawan, ia pun tidak akan memiliki nilai apapun. Mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, 
tapi selama adzan bukan Allah yang dituju, hanya sekedar ingin memamerkan keindahan suara supaya menjadi juara adzan atau menggetarkan hati seseorang, maka itu hanya
 teriakan-teriakan yang tidak bernilai di hadapan Allah, tidak bernilai!

Ikhlas, terletak pada niat hati. Luar biasa sekali pentingnya niat ini, karena niat adalah pengikat amal. Orang-orang yang tidak pernah memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, 
siap-siaplah untuk membuang waktu, tenaga, dan harta dengan tiada arti. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah,
 dan jauh lebih bermakna.

Apakah ikhlas itu? Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas
 cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Jadi ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri
 dan ke kanan, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah.

Apapun yang dilakukan kalau konsentrasi kita hanya kepada Allah, itulah ikhlas. Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan
 pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah. Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata 
yang diucapkan benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah.
 Kalau ikhlas walaupun sederhana kata-kata kita, Allah-lah yang kuasa menghujamkannya kepada setiap qolbu.

Oleh karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa. Allah sama sekali tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Allah Mahatahu segala lintasan hati, Mahatahu 
segalanya! Makin bening, makin bersih, semuanya semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah yang akan menolong segalanya.

Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak 
diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu 
diberi pujian, juga menjadi sesuatu yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata tidak dipuji, pasti kita akan kecewa.

Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa
 dipersembahkan. Jadi kalau saudara mengepel lantai dan di dalam hati mengharap pujian, tidak usah heran jikalau nanti yang datang justru malah cibiran.

Tidak usah heran pula kalau kita tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup ini. Orang yang tidak ikhlas akan banyak tersinggung dan terkecewakan karena ia memang terlalu 
banyak berharap. Karenanya biasakanlah kalau sudah berbuat sesuatu, kita lupakan perbuatan itu. Kita titipkan saja di sisi Allah yang pasti aman. Jangan pula disebut-sebut, 
diingat-ingat, nanti malah berkurang pahalanya.

Lalu, dimanakah letak kekuatan hamba-hamba Allah yang ikhlas? Seorang hamba yang ikhlas akan memiliki kekuatan ruhiyah yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang hamba Allah dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya. Kita akan merasa aman bergaul dengan orang yang ikhlas. Kita tidak curiga akan ditipu, kita tidak curiga akan dikecoh olehnya. Dia benar-benar bening dari berbuat rekayasa. Setiap tumpahan kata-kata dan perilakunya tidak ada yang tersembunyi. Semua itu ia lakukan tanpa mengharap apapun dari orang yang dihadapinya, yang ia harapkan hanyalah memberikan yang terbaik untuk siapapun.

Sungguh akan nikmat bila bergaul dengan seorang hamba yang ikhlas. Setiap kata-katanya tidak akan bagai pisau yang akan mengiris hati. Perilakunya pun tidak akan menyudutkan dan menyempitkan diri. Tidak usah heran jikalau orang ikhlas itu punya daya gugah dan daya ubah yang begitu dahsyat.

Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut: Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?"

Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).

Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?"

Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).

Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?"

Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).

"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para
malaikat.

Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).

Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"

Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."

Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.

Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.

Nah, sahabat. Orang yang ikhlas adalah orang yang punya kekuatan, ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan. Allaahu Akbar.***

Read more...

Bercermin Diri


Penulis: KH. Abdullah Gymnastiar

Dalam keseharian kehidupan kita, begitu sangat sering dan nikmatnya ketika kita bercermin. Tidak pernah bosan barang sekalipun padahal wajah yang kita tatap itu-itu juga, aneh bukan?! Bahkan hampir pada setiap kesempatan yang memungkinkan kita selalu menyempatkan diri untuk bercermin. Mengapa demikian? Sebabnya kurang lebih karena kita ingin selalu berpenampilan baik, bahkan sempurna. Kita sangat tidak ingin berpenampilan mengecewakan, apalagi kusut dan acak-acakan tak karuan.

Sebabnya penampilan kita adalah juga cermin pribadi kita. Orang yang necis, rapih, dan bersih maka pribadinya lebih memungkinkan untuk bersih dan rapih pula. Sebaliknya orang yang penampilannya kucel, kumal, dan acak-acakan maka kurang lebih seperti itulah pribadinya.

Tentu saja penampilan yang necis dan rapih itu menjadi kebaikan sepanjang niat dan caranya benar. Niat agar orang lain tidak terganggu dan terkecewakan, niat agar orang lain tidak berprasangka buruk, atau juga niat agar orang lain senang dan nyaman dengan penampilan kita.

Dan Allah suka dengan penampilan yang indah dan rapih sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, "Innallaha jamiilun yuhibbul jamaal", "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan". Yang harus dihindari adalah niat agar orang lain terpesona, tergiur, yang berujung orang lain menjadi terkecoh, bahkan kemudian menjadi tergelincir baik hati atau napsunya, naudzhubillah.

Tapi harap diketahui, bahwa selama ini kita baru sibuk bercermin 'topeng' belaka. Topeng 'make up', seragam, jas, dasi, sorban, atau 'asesoris' lainnya. Sungguh, kita baru sibuk dengan topeng, namun tanpa disadari kita sudah ditipu dan diperbudak oleh topeng buatan sendiri. Kita sangat ingin orang lain menganggap diri ini lebih dari kenyataan yang sebenarnya. Ingin tampak lebih pandai, lebih gagah, lebih cantik, lebih kaya, lebih sholeh, lebih suci dan aneka kelebihan lainnya. Yang pada akhirnya selain harus bersusah payah agar 'topeng' ini tetap melekat, kita pun akan dilanda tegang dan was-was takut 'topeng' kita terbuka, yang berakibat orang tahu siapa kita yang 'aslinya'.

Tentu saja tindakan tersebut, tidak sepenuhnya salah. Karena membeberkan aib diri yang telah ditutupi Allah selama ini, adalah perbuatan salah. Yang terpenting adalah diri kita jangan sampai terlena dan tertipu oleh topeng sendiri, sehingga kita tidak mengenal diri yang sebenarnya, terkecoh oleh penampilan luar. Oleh karena itu marilah kita jadikan saat bercermin tidak hanya 'topeng' yang kita amat-amati, tapi yang terpenting adalah bagaimana isinya, yaitu diri kita sendiri.

Mulailah amati wajah kita seraya bertanya, "Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya bersinar indah di surga sana ataukah wajah ini yang akan hangus legam terbakar dalam bara jahannam?" Lalu tatap mata kita, seraya bertanya, "Apakah mata ini yang kelak dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan, menatap Allah Yang Maha Agung, menatap
keindahan surga, menatap Rasulullah, menatap para Nabi, menatap
kekasih-kekasih Allah kelak? Ataukah mata ini yang akan terbeliak, melotot, menganga, terburai, meleleh ditusuk baja membara? Akankah mata yang terlibat maksiat ini akan menyelamatkan? Wahai mata apa gerangan yang kau tatap selama ini?"

Lalu tataplah mulut ini, "Apakah mulut ini yang di akhir hayat nanti dapat menyebut kalimat thoyibah, 'laa ilaaha ilallaah', ataukah akan menjadi mulut berbusa yang akan menjulur dan di akhirat akan memakan buah zakun yang getir menghanguskan dan menghancurkan setiap usus serta menjadi peminum lahar dan nanah saking terlalu banyaknya dusta, ghibah, dan fitnah serta orang yang terluka dengan mulut kita ini!"
"Wahai mulut apa gerangan yang kau ucapkan? Wahai mulut yang malang betapa banyak dusta yang engkau ucapkan. Betapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam? Berapa banyak kata-kata manis semanis madu palsu yang engkau ucapkan untuk menipu orang? Betapa jarangnya engkau jujur? Betapa jarangnya engkau menyebut nama Allah dengan tulus?

Betapa jarangnya engkau syahdu memohon agar Allah mengampuni?"
Lalu tataplah diri kita tanyalah, "Hai kamu ini anak sholeh atau anak
durjana, apa saja yang telah kamu peras dari orang tuamu selama ini dan apa yang telah engkau berikan? Selain menyakiti, membebani, dan menyusahkannya. Tidak tahukah engkau betapa sesungguhnya engkau adalah makhluk tiada tahu balas budi!

"Wahai tubuh, apakah engkau yang kelak akan penuh cahaya, bersinar,
bersukacita, bercengkrama di surga atau tubuh yang akan tercabik-cabik
hancur mendidih di dalam lahar membara jahanam, terpanggang tanpa ampun, derita tiada akhir?"

"Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan? Berapa banyak orang-orang yang engkau dzhalimi dengan tubuhmu? Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu? Berapa banyak perindu pertolonganmu yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu? Berapa pula hak-hak orang lain yang engkau rampas?"

"Wahai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu? Apakah tubuhmu sebagus
kata-katamu atau malah sekelam daki-daki yang melekat di tubuhmu? Apakah hatimu segagah ototmu atau selemah daun-daun yang mudah rontok? Apakah hatimu seindah penampilanmu atau malah sebusuk kotoran-kotaranmu?"

Lalu ingatlah amal-amal kita, "Hai tubuh apakah kau ini makhluk mulia atau menjijikkan, berapa banyak aib-aib nista yang engkau sembunyikan dibalik penampilanmu ini? Apakah engkau ini dermawan atau sipelit yang
menyebalkan?" Berapa banyak uang yang engkau nafkahkan dan bandingkan dengan yang engkau gunakan untuk selera rendah hawa nafsumu?"

"Apakah engkau ini sholeh atau sholehah seperti yang engkau tampakkan?
Khusyu-kah shalatmu, dzikirmu, doamu, ikhlaskah engkau lakukan semua itu? Jujurlah hai tubuh yang malang! Ataukah menjadi makhluk riya tukang pamer!"

"Sungguh betapa beda antara yang nampak di cermin dengan apa yang
tersembunyi, betapa aku telah tertipu oleh topeng? Betapa yang kulihat
selama ini hanyalah topeng, hanyalah seonggok sampah yang terbungkus topeng-topeng duniawi"

Wahai sahabat-sahabat sekalian, sesungguhnya saat bercermin adalah saat yang tepat agar kita dapat mengenal dan menangisi diri ini. ***
Read more...

Akhlak-Akhlak Sabar Dikala Sakit


Penulis: KH Abdullah Gymnastiar
----------------------------------

Mudah-mudahan kita semua dikaruniai nikmatnya bersabar, karena kesabaran begitu tinggi nilainya dalam Islam. Kedudukan seseorang di sisi Allah, keakraban seseorang dengan Allah bisa ditempuh dengan kesabaran, Innallaha maas shobirin, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”.

Jadikanlah sabar dan sholat sebagai kunci pembuka pertolongan Allah. Adalah salah jika kita mengatakan bahwa sabar itu ada batasnya, berarti kita membatasi pahala. Mengatakan sabar itu ada batasnya, mencerminkan kita kurang sabar dalam bersabar. Sabar akan membuahkan pesona yang tiada terputus, oleh karenanya jika kita ingin menikmati kehidupan, kita harus menikmati setiap kejadian karena orang yang beriman tidak pernah merasa rugi. Diberi nikmat dia bersyukur, diberikan musibah dia bersabar. Syukur berarti kebaikan bagi dirinya, sabar juga kebaikan bagi dirinya. Maka tidak ada yang harus kita takuti dalam hidup ini, kecuali kita tidak punya rasa syukur dan tidak punya rasa sabar. 

Asma Allah yang bersesuaian adalah “As-Shobur”, kata Shobur terambil dari kata shod, ba dan ro, maknanya asalnya adalah menahan ketinggian sesuatu atau sejenis batu yang amat keras, jadi seseorang yang mempunyai kemampuan menahan diri adalah termasuk orang–orang yang sabar.

Sabar bagi manusia bukan berarti pasrah, sabar adalah kegigihan kita untuk tetap berpegang teguh kepada ketetapan Allah. Jadi kesabaran itu adalah sebuah proses aktif, kombinasi antara ridho dan ikhtiar. Kesabaran bukan proses diam dan pasif melainkan proses aktif yaitu akal aktif, tubuh aktif dan iman yang aktif. Justru dari musibah yang disikapi dengan sabar akan lahir rahmat dan tuntunan dari Allah. 

Ditimpa musibah sakit, misalnya. Semua orang pernah sakit, bahkan orang yang tidak pernah sakit mungkin saja dia tidak disukai oleh Allah. Sakit adalah bagian dari penggugur dosa. Rosullullah bersabda dalam sebuah hadis, ”Tidaklah seseorang merasakan sakit dihina atau tertusuk duri kecuali Allah menggugurkan dosanya, bagai gugurnya daun-daun”, jadi proses sakit itu proses pengguguran dosa. 

Bagaimana sabar menghadapi sakit? 
Yang pertama, kalau kita suatu saat diuji dengan sakit, kita harus sadar bahwa kesabaran pertama yang harus dimiliki adalah sabar Husnuzon (berbaik sangka) kepada Allah, karena seburuk-buruk perilaku adalah berburuk sangka kepada Allah. Husnuzon karena tubuh kita adalah milik Allah, bukan milik kita. Kalau Allah mau membuat penyakit pada diri kita, sehebat apapun diri kita tetap sakit. Allah berkuasa terhadap diri kita dan Allah mudah berbuata apa saja. “Allah Tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya.” Yang menciptakan semua syaraf kita adalah Allah dan Allah tahu rasa sakit yang kita pikul karena dia yang menciptakan sakit. 

Sabar yang kedua adalah sabar untuk tidak mengeluh. Sebenarnya menceritakan penderitaan kita kepada orang lain adalah mencerminkan ketidaksabaran, apalagi jika kita menceritakan sesuatu seakan lebih dari kenyataan. Hati – hati menceritakan penderitaan kepada orang lain sebab jika tidak hati-hati bisa menjadi kufur nikmat, sepertinya mengadukan perbuatan Allah yang Maha Agung kepada manusia, mahluk yang lemah. Jangan keluh kesah apalagi sampai mendramatisir, jangan sampai memprotes perbuatan Allah yang Maha Adil. Sakit tidak membuat seseorang jadi hina kalau disikapi dengan akhlak yang mulia. 

Sabar yang ketiga adalah sabar menafakuri hikmah sakit. Tidak ada perbuatan Allah yang sia-sia, semua presisi. Setiap sakit itu ada hikmahnya, maka evaluasi dan renungkanlah, mungkin kita terlalu sibuk, dikasih sakit, sehingga kita bisa istirahat. Kita sakit berada di kamar, bayangkan saudara kita yang sakit dikolong jembatan, yang tidak punya tempat tidur. Tafakuri, ketika kita gagah dan hebat, dikasih sakit diare saja bisa menjadi lemas. Harusnya setiap sakit dapat meningkatkan kesadaran kita bahwa kesehatan itu amat berharga.

Sabar yang keempat adalah bersabar ketika ikhtiar. Ketahuilah bahwa yang menyembuhkan itu bukan dokter, bukan paranormal, yang menyembuhkan itu hanya Allah, karena Dia yang paling tahu penyakit kita, “Tiada musibah menimpa kecuali karena izin Allah.” Ketika kita sudah berobat ke sana sini tapi tidak juga sembuh, tidak akan rugi sebab akan menjadi amal. Barang siapa ridho kepada ketentuan Allah, maka Allah akan ridho, hidup terus maju, ikhtiar saja.

Sabar yang kelima, sabar untuk berniat sembuh dan punya niat untuk beribadah. Milikilah tekad untuk mengisi rasa sehat yang Allah karuniakan dengan meningkatkan ibadah. Jangan sampai kita tidak punya visi tentang bagaimana menggunakan kesehatan. Tidak sedikit orang terangkat derajatnya karena sakit atau cacat, bahkan ada orang yang cemerlang justru karena kebutaannya, karena seburuk-buruk penyakit justeru hati yang sakit. 

Oleh karena itu, waspadalah jangan sampai kesehatan ini mengecoh kita. Dengan sehat tapi banyak maksiat, itu jauh lebih berbahaya dibanding sakit yang bisa membuat kita dekat dengan Allah. Tidak ada musibah yang terburuk kecuali orang yang tidak punya rasa syukur dan tidak punya kemampuan bersabar. ***

Read more...
 
FORSIS-ITS © 2014 | Designed By Blogger Templates